This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Wednesday, March 26, 2008
Friday, March 21, 2008
Coldplay: X&Y
Posted by Apri Hendri S. on 7:40 PM

The album’s cryptic cover art was designed by Tappin Gofton (aka Mark Tappin and Simon Gofton), who created the cover for The Chemical Brothers’, Push the Button. The blocks are the Baudot code-encoding (ITA2, a 5-bit alphanumeric encoding used by telegraphs) of the title of the album, X&Y. (Quoted from the Wiki page)
The CD booklet contains the ITA2-encoded alphabet. But to save time you can use this X&Y code/artwork generator to make your own messages and artwork.

Here’s Sleevage presented in X&Y form.

The final page of the booklet (seen below) contains the slogan “Make Trade Fair”, using the same encoded alphabet. Holding this at an APEC protest will really hit hard to all the Coldplay fans at the summit.

What makes this cover work so well, besides the fact it’s abstract design created a lot of buzz, is that it could easily be adapted for the single releases. There’s no mistaking these are all part of the one album.



Note: Speed of Sound was beaten to the top spot in the UK Singles chart by Crazy Frog.


And like the London 2012 Olympics logo will be remembered long after it’s release.
Now as good as this cover is if you live in Holland or South East Asia you would have seen these two alternate covers.


Asia I can understand culturally, as Chris Martin is a good looking white guy and from my experience in Indonesia all their marketing is “face” based, however the Dutch Special Edition just confuses me.
Posted by Ash on 1 August, 2007
Album: X&Y
Artist: Coldplay
Cover Artist: Mark Tappin, Simon Gofton
Record Label: Capitol
Design Studio: Tappin Gofton
Album Art, Alternative, Rock, 00s, Concept
Sunday, March 16, 2008
Michael Jackson: Dangerous
Posted by Apri Hendri S. on 11:33 PM

Regardless of what Michael has done to himself over the years there’s no doubt the dude can sing and dance. This cover for Dangerous is one of my favs and was also submitted by Elias of A+.
Designed and painted by Mark Ryden, again of Juxtapoz fame. It’s one that would have looked glorious as a 12 inch sleeve. You can look at this for hours and not see everything reviled only by Sgt. Peppers Lonely Hearts Club as one of the most intricate covers.
They released a special edition (before the word collectors had become popular) that folded out to become a diorama.

The closed cover was a masked version of the cover (see below)

This was well before Michael’s obsession with masks.
Album: Dangerous
Artist: Michael Jackson
Cover Artist: Mark Ryden
Record Label: Epic Records
Album Art, 90s, Art-based, Pop
http://sleevage.com
Wednesday, March 12, 2008
Top 25 Album Covers of 2007 - Rolling Stone Readers
Posted by Apri Hendri S. on 12:42 AM
Cover Styles of the Young and Naked - A Warning!
Posted by Apri Hendri S. on 12:18 AM
Naked children and album covers do not mix! Don't let it happen to your son or daughter.
The real story of the naked kid on Nirvana Nevermind - [VH1.com]
Whatever happened to the naked kids on Led Zeppelin Houses of the Holy - [dailymail.co.uk]
The real story behind the naked girl holding a spaceship on Blind Faith's self titled album - [bobseidemann.com, photographer].
Photographer Bob Seidemann was hired for the cover design of Eric Clapton's new band in 1969. He titled his striking image of innocence meets human achievement Blind Faith. The name stuck for the group. The album art was changed (to a band picture) for the US release, but album art censorship is nothing new.
Tuesday, March 11, 2008
Wednesday, January 2, 2008
Desain Grafis, antara Mitos Pembaharu dan Agen Perubahan Kebudayaan
Posted by Apri Hendri S. on 2:11 AM
Oleh Sumbo Tinarbuko
DESAIN grafis biasa juga disebut desain komunikasi visual, wilayah jelajahnya relatif luas. Mulai dari perencanaan cover buku fiksi dan nonfiksi berikut layout halaman isi, majalah, koran, tabloid, cover kaset, CD, VCD, kalender, brosur, leaflet, katalog pameran, stationary, administration and sales kit, seminar kit, sign system, web design, logo, corporate identity, peta lokasi, brandname, kemasan, poster, chart, pembuatan berbagai ilustrasi hand drawing dan airbrush, serta banyak lagi ragamnya. Tetapi, yang jelas, desain grafis erat kaitannya dengan proses cetak. Melalui media cetakan ini, desain grafis berfungsi sebagai jembatan penghubung antara para pihak yang berkepentingan di dalam dunia bisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan media komunikasi.Dewasa ini, desain grafis diyakini sebagai sebuah karya seni rupa yang padat teknologi, mempunyai dampak sangat komprehensif kepada masyarakat sebagai khalayak sasaran. Mengapa? Karena keberadaannya mampu menginformasikan produk baru kepada audiens. Ia mempunyai karisma kepada konsumen untuk diajak membeli dan menggunakan barang dan jasa yang ditawarkan kepadanya. Ia juga piawai merangsang khalayak untuk berpikir perihal sesuatu yang selama ini tidak pernah terpikirkan olehnya. Dengan demikian, ketika kita mengenal dan menggeluti desain grafis, maka kita seolah-olah menjadi malaikat pewarta kabar gembira kepada segenap manusia dalam bentuk komunikasi visual yang mencakup segala bidang kehidupan manusia, baik dengan target komersial maupun tujuan sosial.
Oleh karena itu, mitos desain grafis dan orang yang menggeluti profesi itu tidak lagi semata-mata hanya seseorang yang jagoan ''menyetir'' komputer grafis dengan segala program-programnya dan piawai membuat berbagai ilustrasi menggunakan rapido, pensil warna, cat poster, dan airbrush. Tetapi, yang lebih hakiki, ia seorang perancang, pencetus dan penemu ide pertama.
Cover PESTA MERAH PUTIH
***
TERKAIT dengan itu, Victor Papanek dalam risalahnya bertitel Design for The Real World menandaskan, peran desain beserta desainernya diharapkan menjadi pionir dalam mengatasi perubahan dan pembaruan.
Lebih lanjut Papanek memilah peran desainer menjadi dua kategori. Kelompok pertama, keberadaan desainer (grafis) harus membantu mendorong perubahan dari persaingan nasional menuju arah komunikasi global. Kedua, ia harus tetap memelihara jati diri kebudayaan yang berbeda. Artinya, peran desainer (grafis) diposisikan sebagai penerjemah antara ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam proporsi yang sehat, fleksibel dan seimbang.
Pada dasarnya, desain adalah salah satu manifestasi kebudayaan yang berwujud produk dari nilai-nilai yang berlaku pada kurun waktu tertentu. Sebagai produk kebudayaan, ia terkait dengan sistem ekonomi dan sosial. Di samping itu, desain bersahabat dengan sistem nilai yang sifatnya abstrak dan spiritual.
Jika desain sangat akrab dengan kehidupan manusia adalah suatu kenyataan yang universal. Kegiatannya selalu mengiringi manusia, selama manusia bergaul dengan alat atau perabotan dan juga kebutuhan sehari-hari. Keberadaannya jelas tidak bisa dipisahkan dengan sejarah manusia, karena desain adalah satu upaya manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Dengan demikian, desain modern merupakan keseluruhan proses pemikiran yang akan membentuk sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi, dan estetika. Desain adalah suatu konsep untuk memecahkan fenomena bentuk, bahan, teknik, rupa, pemakaian dan fungsi guna yang dinyatakan dalam bentuk dan gambar. Semuanya itu diabdikan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sebagai suatu kegiatan yang menyangkut alam pikiran dan perbuatan manusia untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan ketika berhadapan dengan lingkungannya, menjadikannya sangat erat berhubungan dengan kebudayaan. Yakni kebudayaan yang benar-benar dihayati, bukan kebudayaan dalam arti sekumpulan sisa bentuk, warna dan gerak dari masa lampau dan yang pada masa kini dikagumi sebagai benda asing terlepas dari diri manusia sendiri yang mengamatinya.
Persahabatan antara desain dengan manusia terletak pada tahapan mengangkat harkat dan martabat manusia menjadi satu dimensi yang lebih tinggi. Desain dalam pengertian modern adalah desain yang dihasilkan melalui metode berpikir. Berlandaskan pada ilmu pengetahuan, bersifat rasional dan pragmatis. Ia lahir karena ilmu pengetahuan modern telah memungkinkan timbulnya industrialisasi. Sifatnya tidak bisa dilepaskan dari dua gejala yang saling berkait sebagai konsekuensi industrialisasi. Semuanya adalah produk massa dan konsumsi massa sebagai hasil industrialisasi.
Bila ditilik dari hakikatnya, menurut Widagdo (l993), desain pra-industrialisasi dan sesudahnya mempunyai pengertian yang sama. Dalam konteks ini, desain adalah aktivitas upaya manusia dalam memecahkan masalah yang dihadapinya sehari-hari. Hanya saja dalam desain modern terlibat faktor-faktor penentu baru yang belum ada sebelumnya. Dalam perjalanan sejarah, unsur-unsur tersebut selalu berubah dan bertambah seiring dengan berkembangnya kebutuhan, daya pikir, teknologi, tingkat pendidikan, dan kebiasaan-kebiasaan sosial. Dengan kalimat lain, desain selalu mengekspresikan semangat zamannya.
* Sumbo Tinarbuko, staf pengajar Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR-ISI Yogyakarta dan Ketua Lembaga Studi Kajian Desain Komunikasi Visual (LSKdeskomvis).



